PERBANDINGAN ASUPAN MINERAL DAN KETERPAPARAN SINAR ULTRAVIOLET PADA WANITA PRE DAN POST MENOPAUSE

Syahrial Syahrial, Resmiati Resmiati, Faiz Nur Hanum

Abstract


Osteoporosis merupakan salah satu penyakit degeneratif pada lansia yang masih menjadi masalah kesehatan prioritas di Indonesia. Terdapat beberapa pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah kejadian osteoporosis, salah satunya adalah asupan mineral seperti kalsium, fosfor dan magnesium serta paparan sinar Ultraviolet (UV). Asupan mineral yang cukup dapat memperlambat proses terjadinya osteoporosis, karena mampu memelihara kesehatan tulang. Tujuan penelitian ini untuk melihat bagaimana perbandingan asupan mineral kalsium, asupan mineral fosfor, asupan mineral magnesium dan keterpaparan sinar Ultraviolet pada wanita pre dan postmenopause pada masa pandemi. Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang dilakukan dengan disain penelitian cross sectional, dimana membandingkan variabel prediktor dan variabel outcome yang dilihat secara bersamaan. Penelitian dilakukan pada wanita usia 35-65 tahun di Posyandu Lansia Kota Padang. Kemudian hasil data yang didapatkan akan dilakukan analisis hubungan dengan menggunakan uji Anova. Hasil penelitian diketahui bahwa persentase responden menopause terpapar sinar UV lebih tinggi (87.5%) dibandingkan dengan yang tidak terpapar sinar UV (12.5%). Kemudian pada persentase responden menopause berdasarkan konsumsi kalsium <AKG lebih tinggi (72.5%) dibandingkan konsumsi kalsium >AKG (27.5%). Terdapat perbedaan yang signifikan (p<0,05) antara kejadian menopause dengan kadar asupan kalsium (p=0,005) dan paparan sinar UV (p=0,462) pada lansia di Posyandu Lansia Kota Padang.




Keywords


Jurnal, Kesehatan, Kesehatan Masyarakat, Gizi Kesehatan Masyarakat

Full Text:

PDF

References


Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, “Situasi Osteoporosis di Indonesia,” 2021. pp. 1–12, 2021, [Online]. Available: https://pusdatin.kemkes.go.id/article/view/21051100002/situasi-osteoporosis-di-indonesia.html.

Litbangkes, “Profil Kesehatan Indonesia,” 2014.

L. A. Fondjo et al., “Evaluating Vitamin D status in pre-And postmenopausal type 2 diabetics and its association with glucose homeostasis,” Biomed Res. Int., vol. 2018, 2018, doi: 10.1155/2018/9369282.

B. E. C. Nordin, A. G. Need, H. A. Morris, P. D. O’Loughlin, and M. Horowitz, “Effect of age on calcium absorption in postmenopausal women,” Am. J. Clin. Nutr., vol. 80, no. 4, pp. 998–1002, 2004, doi: 10.1093/ajcn/80.4.998.

D. Porri, H. K. Biesalski, A. Limitone, L. Bertuzzo, and H. Cena, “Effect of magnesium supplementation on women’s health and well-being,” NFS J., vol. 23, no. March, pp. 30–36, 2021, doi: 10.1016/j.nfs.2021.03.003.

R. Sharma, P. Sharma, P. Kumar, and G. Gupta, “Role of magnesium in post-menopausal women with osteoporosis and osteopenia,” Asian J. Pharm. Clin. Res., vol. 9, no. 1, pp. 183–184, 2016.

L. N. Faizah and D. Y. Fitranti, “Hubungan Asupan Protein, Fosfor, Dan Kalsium Dengan Kepadatan Tulang Pada Wanita Dewasa Awal,” J. Nutr. Coll., vol. 4, no. 4, pp. 335–341, 2015, doi: 10.14710/jnc.v4i4.10106.

L. Francisco Baccaro, D. Marques Conde, L. Costa-Paiva, and A. Mendes Pinto-Neto, “Clinical Interventions in Aging Dovepress The epidemiology and management of postmenopausal osteoporosis: a viewpoint from Brazil,” Clin. Interv. Aging, vol. 10, pp. 583–591, 2015, [Online]. Available: http://www.dovepress.com/the-epidemiology-and-management-of-postmenopausal-osteoporosis-a-viewp-peer-reviewed-article-CIA%5Cnhttp://www.dovepress.com/permissions.php.

N. P. Núñez et al., “Extreme obesity reduces bone mineral density: complementary evidence from mice and women,” Obesity, vol. 15, no. 8, pp. 1980–1987, 2007.

P. Agus and Sambo, “Bone Mineral Density in Subjects With Hyperthyroidism,” Hasanudin University Makasar Indonesia, 2005.

R. A. Owen, L. J. Melton 3rd, K. A. Johnson, D. M. Ilstrup, and B. L. Riggs, “Incidence of Colles’ fracture in a North American community.,” Am. J. Public Health, vol. 72, no. 6, pp. 605–607, 1982.

Soejono and Czeresna, “Metabolisme tulang pada usia lanjut. Penatalaksanaan Pasien Geriatri/usia lanjut secara terpadu dan paripurna,” 2002.

C. A. Maulana, “HUBUNGAN ANTARA LAMANYA MASA MENOPAUSE PADA PASIEN WANITA DI RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH PALEMBANG (RSMP) DENGAN KEJADIAN OSTEOPOROSIS TAHUN 2016,” 2016.

N. Rambe, “KORELASI KADAR 25-HYDROXYVITAMIN D DAN KADAR ESTRADIOL SERUM DENGAN DENSITAS TULANG PADA WANITA MENOPAUSE,” J. Pembang. Wil. Kota, vol. 1, no. 3, pp. 82–91, 2018.

S. Dalimartha, Resep tumbuhan obat untuk penderita osteoporosis. Penebar Swadaya, 2002.

K. Suheimi, “Osteoporosis Post Menopause dalam Naskah Lengkap: Pertemuan Ilmiah Tahunan Nasional I,” Padang Perosi. Ed. Manjas M. Dkk, Buminiang, Padang, pp. 17–18, 2003.

S. Setiati, “Pengaruh Pajanan Sinar Ultraviolet B Bersumber dari Sinar Matahari terhadap Konsentrasi Vitamin D (25(OH)D) dan Hormon Paratiroit pada Perempuan Usia Lanjut Indonesia,” Kesmas Natl. Public Heal. J., vol. 2, no. 4, p. 147, 2008, doi: 10.21109/kesmas.v2i4.257.




DOI: https://doi.org/10.35730/jk.v13i2.699

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.