REBUSAN SELEDRI DENGAN SEDUHAN DAUN ALPOKAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH

Rinawati Kasrin, Debby Shintania, Fivi Aulia, Afrini Afrini

Abstract


Penatalaksanaan secara non farmakologis untuk menurunkan tekanan darah dengan seledri dan daun alpokat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian rebusan saledri dengan seduhan daun alpokat terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas perkotaan Rasimah Ahmad Bukittinggi tahun 2018. Penelitian ini merupakan penelitian dengan jenis kuantitatif yang merupakan penelitian dengan menggunakan metode eksperimen semu (Quasi Experiment). Penelitian ini dengan pendekatan Pre and post test tanpa kelompok kontrol (Pre and Post test without Control Group) dalam rancangan ini tidak dilakukan randomisasi. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara tekanan darah sistolik sebelum dengan sesudah diberikan intervensi rebusan seledri (p=0,351; ?=0.05). Namun, terdapat perbedaan yang signifikan antara tekanan darah sistolik sebelum dengan sesudah diberikan intervensi seduhan daun alpokat (p=0.002; ?=0.05). Salah satu faktor yang mempengaruhi penurunan tekanan darah lansia yang hipertensi yaitu dengan seduhan daun alpokat. Seduhan daun alpokat dapat menurunkan tekanan darah sistolik lansia yang hipertensi sebesar 30,000 mmHg.

Keywords


Daun alpokat; hipertensi; lansia

Full Text:

PDF

References


Apriyanti, Maya. (2010). Meracik sendiri obat & menu sehat bagi penderita darah tinggi. Yogyakarta: Pustaka Baru Press.

Arisandi, Yohana & Andriani, Yovita. (2011). Khasiat berbagai tanaman obat untuk pengobatan. Jakarta: Esca Media.

Dewi, Tyas Kusuma. (2013). Gambaran pengetahuan warga tentang hipertensi Di RW 02 Sukarasa Kecamatan Sukarasa kecamatan Sukasari. 25 April 2014.http://ejournal.stikesmuhkudus.ac.id/index.php/karakter/article/download/102/87.

Hariwijaya & Suswanto. (2007). Buku panduan pencegahan dan pengobatan penyakit kronis. Jakarta : Edsa Mahkota.

Laporan Tahunan Puskesmas Perkotaan Rasimah Ahmad Kota Bukittinggi. (2013). 10 penyakit terbanyak di Puskesmas Perkotaan Rasimah Ahmad Kota Bukittinggi.

Martha. (2012). Panduan cerdas mengatasi hipertensi. Yogyakarta: Araska

Muttaqin, Arif. (2009). Asuhan keperawatan klien dengan gangguan sistem kardiovaskuler dan hematologi. Jakarta : Salemba Medika.

Natura Kos. (2008). Seledri sebagai bahan obat alam. 1 Juni 2014. http://perpustakaan.pom.go.id/KoleksiLainnya/Buletin%20Naturalkos/0108.pdf.

Notoatmojo, Soekidjo. (2011). Kesehatan masyarakat: ilmu dan seni. Jakarta: Rineka Cipta.

Padila. (2013). Asuhan keperawatan penyakit dalam. Yogyakarta: Nuha Medika.

Sea fast center. (2012). Senyawa Fenolik pda sayuran indigenous. 9 April 2014 http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=4&ved=0CDcQFjAD&url.

Udjianti, Wajan juni. (2011). Keperawatan kardiovaskuler. Jakarta: Salemba Medika.

Wany, Fazar. A. (2013). Effektifitas Seledri Terhadap Penurunan Tekanan Darah Tinggi Pada Penderita Tekanan Darah Tinggi Di Kelurahan Naga Jaya I Kecamatan Bandar Huluan Kabupaten Simalungun. 6 maret 2014. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/39108/6/Abstract.pdf.

Triana, Helmiwati. Fitriana, Rahmatul (2015). Hidup sehat & awet muda dengan jus buah &sayur. Yogyakarta: notebook.

Susilo, Yekti (2011). Cara jitu mengatasi hipertens. Yoyakarta:Andi

Hidayat, A. Aziz Alimul (2009). Riset keperawatan dan teknik penulisan ilmiah. Jakarta : Salemba Medika.

Potter & perry (2009). Fundamental of nursing fundamental keperawatan edisi 7. Jakarta: Salemba Medika




DOI: http://dx.doi.org/10.35739/jk.v10i3.410

DOI (PDF): http://dx.doi.org/10.35730/jk.v10i3.410.g495

Jurnal Kesehatan Publisher by LPPM Institut Kesehatan Prima Nusantara Bukittinggi Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional.