PERILAKU KELUARGA DALAM SWAMEDIKASI OBAT HERBAL

Zulkarni R, Lola Azyenela, Dwigita Yulia Penny

Abstract


Pengobatan sendiri (swamedikasi) saat ini menjadi pilihan masyarakat dalam mengobati penyakit. Salah satu pilihan swamedikasi adalah menggunakan obat herbal. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran perilaku keluarga dalam swamedikasi obat herbal melalui pendekatan teori Marketing Mix di Kecamatan Padang Panjang Barat Kota Padang Panjang. Penelitian deskriptif dengan desain cross sectional. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang telah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Sampel 100 keluarga yang memenuhi syarat inklusi dan eksklusi dihitung menggunakan rumus slovin. Teknik sampling yaitu purpossive sampling kemudian analisis data menggunakan SPSS (Statistical Program for Social Sciences). Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan dan sikap keluarga terhadap swamedikasi tergolong kategori baik dengan nilai mean masing-masing 4,20 dan 4,09. Sedangkan tindakan keluarga terhadap swamedikasi termasuk kategori cukup dengan nilai mean 3,79. Selanjutnya variabel yang mempengaruhi keluarga dalam swamedikasi obat herbal adalah produk dengan nilai mean 3,41. Kesimpulan perilaku keluarga dalam swamedikasi untuk variabel pengetahuan dan sikap termasuk kategori baik sedangkan variabel yang mempengaruhi keluarga dalam swamedikasi obat herbal adalah produk.

Keywords


Swamedikasi, Obat Herbal, Marketing Mix, Perilaku Keluarga

Full Text:

PDF

References


Departemen Kesehatan RI. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI

World Health Organization. 1998. The Role of The Pharmacist in Self-care and Selfmedication, Hangue: World Health Organization.

Sharif, & Sharif, R.S. 2014. Self-medication Among Non-Healthcare Students of the University of Sharjah United Arab Emirates.Archieve of Pharmacy Practice.Vol. 5 (1): 35-41

Aljaouni, dkk, 2015. Self-medication Practice Among Medical and Non-medical Students at Taibah University, Madinah, Saudi Arabia. International of Journal Academic Scientific Research,Vol. 3 (4): 54-55

Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI. http://www.depkes.go.id/ (Diakses: 28 Oktober 2018)

Badan Pusat Statistik, 2016. Sistem Informasi Rujukan Statistik. https://sirusa.bps.go.id/index.php?=istilah/view&id=1686. (28 Oktober 2018).

Kartajaya, H. 2011. Self Medication. PT Mark Plus Indonesia. Jakarta Selatan. Hal: 3-12.

Sukmono, J.K. 2009. Mengatasi Aneka Penyakit dengan Terapi Herbal. Agromedia pustaka. Jakarta

Kementrian Kesehatan RI. 2015. Profil Kesehatan Indonesia 2015. Kementrian Kesehatan RI : Jakarta

Supardi, S. dan Susyanti, A.L. 2007. Penggunaan obat tradisional dalam upaya pengobatan sendiri dl indonesia (analisis data susenas tahun 2007). Jakarta : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sistem dan Kebijakan Kesehatan Jakarta.

Dianawati, dkk. 2008. Hubungan Persepsi Terhadap Iklan Di Televisi Dengan Perilaku Swamedikasi Pelajar SMU Negeri Di Surabaya. Departemen Farmasi Komunitas, Fakultas Farmasi, Universitas Airlangga.

Nazir. (2005). Metode Penelitian. Bogor: Ghalia Indonesia.

Anderson, Clifford R. 1975.Petunjuk Modern Kepada Kesehatan .Bandung :Indonesia Publishing House.

Rissa Yooana. 2008. Hubungan Tingkat Pendidikan dan Tingkat Pendapatan dengan Perilaku Swamedikasi Penyakit Batuk Oleh Ibu-ibu Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta: Yogyakarta.

Cho, et al., 2013, The Factor Contributing To Expenditures on Over-the Counter Drugs in South Korea, Public Health, Seoul National University 05: 147-151.

Septiyani, Novia . 2014. Pemahaman Masyarakat Terhadap Swamedikasi Influenza di Desa Moahudu Kecamatan Tabongo Kabupaten Gorontalo. Other thesis, Universitas Negeri Gorontalo.

Bimo, Walgito. 2010. Pengantar Psikolog Umum. Yogyakarta: C.V Andi Offset.

Soejoeti, S,Z.,2005, Konsep Sehat, Sakit dan Penyakit dalam Konteks Sosial Budaya, Cermin Dunia Kedokteran, N0. 149

Jihani Al Muthawip. 2014. Hubungan pengetahuan dan sikap pasien dengan tindakan membeli obat sendiri tanpa resep dokter swamedikasi antibiotik pada apotek swasta di wilayah kerja puskesmas mataram tahun 2014. Mataram, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Nusa Tenggara Barat.

Abubakar, Rusydi. 2005. “Pengaruh Pelaksanaan Bauran Pemasaran terhadap Proses Keputusan Konsumen pada Jamu di Banda Aceh”. Medan: Jurnal Sistem Teknik Industri. Vol. 6. No. 3. Hal. 54.




DOI: http://dx.doi.org/10.35730/jk.v10i2.398

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial-BerbagiSerupa 4.0 Internasional. Publisher: LPPM STIKes Prima Nusantara Bukittinggi